Sekedar

Sekedar untuk mengikat ilmu melalui tulisan,
Sekedar untuk mengusir rasa malas,
Sekedar untuk mencoba bermanfaat,
Sekedar untuk mendapatkan ilmu, melalui komentar Anda.

Selasa, 27 Agustus 2013

PPGT Episode 2


Hai sobat... Episode 2???? mirip sinetron aja. hahaa


PPGT Episode 2 yang dimaksud adalah pada saat saya menjalani masa-masa PPL (Praktik Kerja Lapangan). Jadi setelah 6 bulan mendapat perkuliahan baik di UNESA maupun di PENS, kurikulum selanjutnya adalah PPL, dimana para mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu dan praktik yang didapat selama kuliah ke dalam dunia pendidikan nyata, dalam hal ini adalah SMK.

Oke, jadi jurusan TIK yang tempat studinya ada di Surabaya ini, menggandeng sekolah mitra yang dijadikan tempat PPL PPGT. Kami (35 mahasiswa) dibagi menjadi 4 kelompok besar secara sukarela., kenapa sukarela? karena kami memilih jurusan sesuai dengan yang diminati. Kelompok besar yang dimaksud adalah kelompok jurusan TKJ, RPL, Multimedia, dan Animasi. Akan tetapi setelah dilakukan pendataan, ternyata tidak ada yang memilih Animasi. Oleh karena yang dianggap saudara dekat Animasi adalah Multimedia, jadilah Multimedia dibagi menjadi 2 kelompok lagi. :-)

Minggu, 31 Maret 2013

Dubbing Suara Menggunakan Flash

Judul: Video Lipsing Santi dan Jihan

Latar Belakang:
Seiring perkembangan jaman, teknologi juga semakin maju, salah satunya dalam bidang perfilman. Film kartun merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi animasi di dunia. Jika jaman dulu kita mengenal animasi masih menggunakan flip book, yaitu buku berisi gambar, dan apabila kita membalik buku secara cepat akan terlihat bahwa gambar di dalamnya akan bergerak. Maka saat ini kita banyak melihat animasi yang sudah canggih menggunakan tampilan 3D bahkan 4D. Adobe flash merupakan salah satu software untuk membuat animasi. Pada laporan kali ini akan dijelaskan cara atau langkah membuat animas karakter yang dapat menggerakkan bibir sesuai dengan suara lagu.
Dunia hiburan sempat dihebohkan dengan adanya video lipsing keong racun yang dibawakan oleh Sinta dan Jojo yang tersebar di internet melalui youtube. Terinspirasi dari hal tersebut, maka dibuatlah video lipsing Luillicious (by: BCL) dengan tokoh karakter animasi Santi dan Jihan.

Belajar Praktik Audio Recording

Pada matakuliah Multimedia yang kami jalani di PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) di pertemuan-pertemuan akhir bersama dosen bernama bu Fardani, kami belajar tentang audio recording. Bagi saya, ini adalah praktikum paling menarik dibanding yang lain karena merupakan pengalaman pertama saya memasuki ruangan audio recording.
Satu kloter terdiri dari 5 orang mahasiswa karena disamping menyesuaikan dengan ruangan audio recording juga agar praktikum berjalan secara optimal. Ruangannya sendiri berukuran sekitar 2x2 meter. Dindingnya dilapisi dengan suatu bahan yang menyebabkan kedap suara, jadi ketika ada penyiar yang berteriak-teriak tidak akan terdengar dan mengganggu orang-orang di sekitar ruangan tersebut. Di bagian tengah ruangan terdapat berbagai perangkat audio recording. Ruangan audio recording yang kami gunakan sebenarnya adalah ruangan tahap pertama dimana suara yang dikeluarkan seseorang terbentuk secara murni apa adanya. Ruangan ke-dua tempatnya ada di sebelah ruangan pertama. Ruangan ke-dua digunakan untuk melakukan editing suara yang dihasilkan dari ruangan pertama. Antara ruangan pertama dengan ruangan ke-dua dipisahkan oleh kaca yang tembus pandang. Secara garis besar denah ruangannya dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Denah Ruangan Audio Recording

Selasa, 26 Maret 2013

PPGT (Program Pendidikan Guru Terintegrasi)



PPGT? Apa itu PPGT? Apa bedanya dengan PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang selama ini sudah berjalan?

Hehee hai sobat, mungkin mendengar istilah PPGT khususnya bagi kaum guru terasa sedikit mengganjal ya, karena ada tambahan “T” di belakang, dari istilah yang selama ini dikenal hanyalah PPG.

Sekilas Tentang PPGT

Oke langsung saja, saya akan berbagi info mengenai PPGT. PPGT baru dibuka pada akhir tahun 2012, jadi mahasiswa yang diterima (termasuk saya) merupakan angkatan pertama. Tujuan dari PPGT ini adalah mahasiswa lulusannya nanti akan mengajar SMK di seluruh Indonesia. Ohya oleh karena ini adalah program dari DIKTI, maka untuk latar belakang dibentuknya program PPGT ini dapat sobat lihat di http://seleksi.dikti.go.id/ppgtsmk/ . Link tersebut selain berisi tentang latar belakang dibentuknya program PPGT, juga sekaligus link untuk melakukan pendaftaran secara online.

Terdapat tahapan untuk bisa lolos menjadi mahasiswa PPGT ini, tahap pertama yaitu seleksi administrasi, tahap kedua yaitu ujian online (berkaitan dengan pengetahuan umum), dan tahap terakhir adalah wawancara. Sekedar tips saja bagi sobat yang ingin mengikuti PPGT di tahun berikutnya, apabila sudah lolos pada tahap pertama dan kedua, pada saat tahap wawancara yang terpenting adalah bagaimana kita bisa meyakinkan pewawancara bahwa kita serius mengikuti program ini dan tidak hanya ikut-ikutan apalagi coba-coba.

Senin, 25 Maret 2013

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Kompetensi Dasar Menggunakan Kamera Digital Untuk Siswa SMK Multimedia

A.      Latar Belakang

SMK merupakan jenjang pendidikan menengah kejuruan yang membekali peserta didiknya dengan berbagai keterampilan dengan tujuan agar lulusannya dapat bersaing memasuki dunia kerja. Pembelajaran SMK lebih menekankan pada praktikum yaitu kemampuan psikomotorik siswa. SMK memiliki beberapa program keahlian diantaranya adalah multimedia. Multimedia sendiri diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.
Salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa pada program keahlian multimedia ini adalah kompetensi menggunakan kamera digital. Secara garis besar, tujuan pembelajarannya adalah agar siswa mampu mengoperasikan kamera digital, mampu menggunakan fitur dan menu pada kamera digital, memanipulasi gambar, memindah gambar, dan menyimpan gambar dengan format tertentu. Sebelum mengoperasikan kamera digital tentunya siswa harus memahami konsep mengenai prosedur menggunakan kamera serta mengidentifikasi fitur dan menu kamera. Oleh karena sifat materi yang memerlukan kemampuan kognitif disamping kemampuan psikomotorik, maka seyogyanya guru memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan kondisi peserta didik.
Model pembelajaran seperti yang diketahui banyak sekali macamnya, diantaranya: model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran langsung, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran kontekstual. Dalam memilih model pembelajaran yang akan diterapkan, sebaiknya guru mempertimbangkan berbagai hal dan menyusun perencanaan pembelajaran. Sebaik apapun model pembelajaran yang diterapkan, akan tetapi apabila tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, keadaan siswa, dan tidak diikuti dengan penyusunan rancangan pembelajaran, maka hal itu akan sia-sia dan tidak akan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Makalah ini menyajikan uraian berkaitan dengan dasar pertimbangan pemilihan model pembelajaran, rancangan pembelajaran, dan respon siswa atas pelaksanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

Selasa, 29 Januari 2013

Keuntungan dan Kelebihan Masa Remaja dalam Mengikuti Pembelajaran Praktikum di SMK




Tulisan ini membahas tentang bagaimana faktor sebagai “remaja” siswa SMK dapat berdampak pada kegiatan belajarnya khususnya dalam mengikuti proses pembelajaran praktikum di sekolah. Sebagai contoh saja, praktikum yang dilakukan siswa adalah membuat halaman web sederhana. Dampak yang muncul dapat dilihat dari 2 segi, yaitu segi keuntungan dan segi kerugian. Berikut akan dijelaskan tentang keuntungan dan kerugiannya:
  

GUCI




Seorang kolektor benda antik sedang menyusuri toko-toko di sepanjang jalan kota Roma yang hening. Ia terlihat diam, tapi jika dipandang lebih dekat, bola matanya memancarkan sorotan tajam tanda bahwa ia benar-benar konsentrasi melihat dan mencari benda yang akan dibawanya pulang.
   Sang kolektor berhenti sejenak di depan toko di ujung jalan. Senyumnya nampak merekah, matanya berbinar-binar, tenaganya seakan kembali pulih meskipun sudah seharian menyusuri kota ini. Ia melangkah pasti ke arah toko itu, dan “Kreeek….” Suara pintu yang sudah tua itu pun membangunkan seisi ruangan. Sang pemilik toko yang sudah beruban membenarkan sedikit posisi kacamata bulatnya tanpa berucap sepatah katapun.
Disisi lain,
Deretan guci bergumam riang melihat ada pembeli datang. Mereka saling memberikan senyum termanis, bahkan ada yang mengerdipkan mata berkali-kali untuk menarik perhatian sang pembeli. Mereka saling beradu genit untuk dipilih, maklum sudah terlampau lama mereka berada di tempat lembap itu bahkan terlampau bosan hanya memandang bapak tua yang selalu menguap di kursi goyang kesayangannya. Ketika ada pemuda manis datang, mereka beranggapan bahwa itulah sang penyelamat yang akan membawa mereka ke surga, yaitu kehidupan manis setelah kehidupan di toko ini.
Dua bola mata tajam itu berhenti di sebuah meja persegi panjang warna hitam. Di atasnya berdiri dua guci yang menawan. Cukup lama sang pembeli melempar pandangan pada guci satu ke guci yang satunya sambil mengelus-elus lembut. Tampaknya ia mengalami kegalauan memilih salah satu dari kedua guci tersebut. sang pemilik toko beranjak dari kursi goyangnya dan menghampiri sang pembeli. Sambil tersenyum pelit ia bergumam “ehem…tampaknya selera Anda tinggi juga, dua guci ini memang guci terbaik yang saya miliki. Anda akan sangat beruntung bila bisa membawa pulang keduanya”.

Sabtu, 26 Januari 2013

Apa Itu Tes, Asesmen, Pengukuran, dan Evaluasi???


Hai Sob...
 
Kali ini saya akan membahas tentang apa itu tes, assesmen, pengukuran, dan evaluasi. Saya dulu bingung untuk menjelaskan perbedaannya, dan saya rasa ada juga sobat yang kebingungan seperti saya :-). Namun, dalam proses belajar dan belajar saya dapat menarik kesimpulannya. Ok tanpa banyak bicara, langsung saja.


Tes

     Tes merupakan sebuah instrumen yang harus dijawab oleh siswa untuk mengukur tingkat penguasaan atau pemahaman terhadap suatu materi tertentu sesuai dengan tujuan pembelajarannya. Tes dapat diberikan sebelum siswa mendapatkan materi (pretest) maupun setelah siswa mendapatkan materi (postest). Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan atau pengetahuan awal siswa. Pretest digunakan guru sebagai acuan untuk merencanakan tingkat materi yang harus diberikan kepada siswa nantinya. Misalkan saja hasil pretest siswa sangat rendah, maka sebaiknya guru memberikan materi mulai dari dasar agar siswa memahami konsep dasar materi tersebut. Selain itu pretest juga berguna untuk mengukur keberhasilan guru dalam mengajar. Hal ini bisa dilihat dari selisih hasil postest dan pretest siswa. Semakin besar selisihnya maka tingkat keberhasilan mengajar pun semakin tinggi. Sedangkan postest dapat digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah diberikan. Sesuatu yang menjadi patokan postest adalah standar ketuntasan minimal atau yang biasa disebut SKM.
    Tes dapat berupa pertanyaan, pernyataan, maupun tugas-tugas yang diberikan guru. Tes berupa pertanyaan terdiri dari tes bentuk pilihan ganda, uraian, essay. Apa perbedaan tes uraian dengan essay? Tes essay membutuhkan jawaban singkat dan jelas, kalau uraian biasanya menginginkan jawaban yang panjang dan lengkap. Hehe itu sepengetahuan saya siy. Ok, lanjut tes yang berupa pernyataan. Biasanya ini banyak dijumpai pada tes psikologi dimana seseorang diminta memilih beberapa pernyataan yang sesuai dengan dirinya. Setiap pernyataan memiliki karakteristik penilaian tersendiri sehingga komulasi pernyataan-pernyataan yang telah dipilih sesorang tersebut dapat menggambarkan sikap dan kepribadiannya.